Thursday, November 9, 2017

2 Pimpinan KPK Dilaporkan Oleh Kuasa Hukum Setya Novanto

Ketua Komisi Pemberantas Korupsi, Agus Rahardjo (Kanan) dan Saut Situmorang (Kiri).
Asal Mula Berita - Agus Rahardjo dan Saut Situmorang sebagai pimpinan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) telah dilaporkan ke Bareskim Polri dengan tuduhan sewenang-wenang mengeluarkan sejumlah surat oleh KPK salah satunya ialah surat permintaan untuk pencegahan ke luar negeri kepada Ketua DPR Setya Novanto. 2 Pimpinan KPK tersebut dilaporkan oleh Kuasa Hukum Setya Novanto.

Irjen Setyo Wasisto selaku Kepala Divisi Humas Polri mengatakan bahwa pelapor mempermasalhakan surat pencegahan ke luar negeri pada tanggal 2 Oktober 2017 kepada pihak Imigrasi.

Surat pencegahan keluar negeri Setya Novanto dikeluarkan setelah hakim praperadilan, Cepi Iskandar, menghilangkan status tersangka yang melekat pada Setya Novanto.

Kepala Divis Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto memberikan keterangan mengenai kasus Agus Rahardjo dan Saut Situmorang di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/11/2017).
"Setelah keputusan praperadilan Nomor 97/pid/prap/2017/PN Jaksel tanggal 29 September 2017 yang berhasil di menangkan oleh Setya Novanto, Saut Situmorang sebagai pimpinan KPK mengeluarkan surat larangkan untuk keluar negeri kepada Setya Novanto. Surat tersebut yang saat ini permasalahkan." kata Setyo Novanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Keputusan praperadilan Nomor 97/pid/prap/2017/PN Jaksel mengatakan bahwa penetapan tersangka Setya Novanto sama sekali tidak sah dan batal demi hukum. Sebagai Jaksa yang memimpin Cepi Iskandar juga meminta KPK untuk segera menghentikan penyelidikan terhadap Novanto.

Situs Judi Sandi Kurniawan merupakan pelaku pelaporan terhadap Saut dan Agus pada tanggal 9 Oktober 2017. Setelah di selidiki Sandi merupakan anggota tim kuasa hukum Setya Novanto yang bergabung dalam Yunaidi and Associates.

Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidik (SPDP) diterbitkan pada Selasa (7/11/2017) dan penyelidikan terhadap 2 pimpinan KPK tersebut disampaikan langsung oleh salah satu kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, bukan kepolisian yang menyidik kasusnya.

Fredrich Yunadi selaku Kuasa Hukum Ketua DPR, Setya Novanto.
"Ucapan terima kasih kita tunjukan kepada Dikretorat Tipidum, seluruh kasubdit, seluruh kanit dan penyidik karena dengan serius dan profesional dalam meneliti laporan yang kami berikan. Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan terhadap Saut dan Agus." kata Fredrich.

Dalam laporan tersebut tidak hanya mengenai surat pencegahan keluar negeri, pelapor juga mengatakan bahwa masih ada surat-surat yang telah dipalsukan oleh kedua pimpinan KPK tersebut yang tidak sesuai dengan prosedur termasuk surat dimulainya penyelidikan dan SDPD kasus dugaan korupsi proyek E-KTP dengan Setya Novanto sebagai tersangka.

"Kenapa kami hanya melaporkan Agus dan Saut? karena dalam laporan tersebut ditanda tangani oleh mereka berdua, bila pimpinan lain bilang ikut mendatangani, silahkan. Nanti kasus akan dilanjutkan atau dikembangkan oleh pihak yang berwajib." kata Fredrich.

"Semoga dalam waktu dekat berkasnya dapat segera diserahkan ke jaksan dan dibawa ke pengadilan."

Namun, Fredrich sama sekali tidak mengungkap bukti yang telah dia berikan kepada pihak penyidik saat membuat laporan tersebut. Dirinya merasa khawatir hal tersebut dapat mengganggu proses penyelidikan.

"Saya dapat memberikan bukti-bukti jelas bahwa ada tindak pindana yang dilakukan oleh beberapa oknum KPK." kata Fredrich.

Baca Juga : Pyung-ri Tempat Uji Coba Nuklir Korea Utara Telah Menjadi Gurun Pasir

No comments:

Post a Comment